Optimalisasi Lahan Terbengkalai Jadi Fokus Pembangunan Pertanian Pemkab Mura

KaltengTime.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya mengimbau masyarakat untuk berhenti membiarkan lahan produktif terbengkalai. Pesan ini disampaikan Bupati Heriyus saat memimpin panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, pada tanggal 12 April 2026.

Bupati mengamati bahwa Murung Raya memiliki kekayaan alam berupa tanah yang sangat subur, bahkan mampu ditanami tanpa menggunakan pupuk kimia. Namun, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian masyarakat yang masih membiarkan lahannya kosong.

Pemkab Mura mendorong warga untuk mengubah pola pikir dari konsumen menjadi produsen. Harapannya, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan pasokan sayur dan kebutuhan pokok dari luar daerah, melainkan mampu memenuhinya dari kebun sendiri.

Pemanfaatan lahan tidur ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan beras. Dengan mengaktifkan kembali lahan-lahan yang terbengkalai, diharapkan ketahanan pangan di tingkat desa dapat terjaga dengan lebih kuat.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Mura ditugaskan untuk melakukan pemetaan lahan-lahan potensial yang belum tergarap. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan stimulan bagi kelompok tani yang menunjukkan inisiatif dalam mengelola lahan tidur di wilayahnya.

Melalui momentum panen April 2026 ini, Pemkab berharap ada gerakan masif dari masyarakat untuk kembali ke lahan pertanian. Optimalisasi lahan dianggap sebagai kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di Kabupaten Murung Raya.(*)